Rabu, 27 Juli 2016

Rukun Ibadah Haji dan Umroh Yang Sesuai Dengan Ketentuan Syariah

Melaksanakan ibadah Haji merupakan impian setiap Muslim dan pastinya Anda juga bukan? Namun untuk melaksanakan ibadah yang merupakan rukun kelima dari Rukun Islam ini tidak semudah melaksanakan ibadah lainnya. Hal ini berkaitan dengan biaya dan persyaratan administratif yang bahkan harus diurus hingga bertahun-tahun. Berdasarkan hal ini tidak mengherankan jika banyak orang yang memutuskan untuk terlebih dahulu melaksanakan ibadah Umroh. Namun tahukah Anda, perbedaan antara rukun Ibadah Haji dan Umroh? Jika Anda belum mengetahuinya, maka Anda perlu menyimak ulasan selengkapnya berikut ini. 
rukun umroh

Ibadah Umroh selama ini sering dianggap sebagai haji kecil karena beberapa tata cara dan lokasi pelaksanaannya yang hampir sama. Namun terdapat perbedaan mendasar yang membedakan kedua ibadah tersebut. Perbedaan antara ibadah Haji dan Umroh terletak pada waktu pelaksanaannya. Jika ibadah Umroh dapat Anda laksanakan kapanpun di luar waktu Haji, maka berbeda dengan ibadah Haji yang hanya dapat Anda laksanakan pada bulan Dzulhijjah puncaknya tanggal 9 hingga 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. 

Berdasarkan hal tersebut, tidak mengherankan jika untuk melaksanakan ibadah Umroh, Anda tidak perlu menunggu antrian layaknya keberangkatan haji. Setelah mengetahui perbedaan Haji dan Umroh, selanjutnya Anda juga perlu mengetahui bagaimana rukun dari masing-masing ibadah Haji dan Umroh. Pertama, rukun Haji, sebelum melaksanakan ibadah Haji terlebih dahulu Anda harus niat atau yang disebut dengan istilah Ihram. Niat tersebut dibarengi dengan penggunaan pakaian Ihram yang berwarna putih. Terdapat perbedaan tempat bagi setiap jamaah untuk melakukan Ihram ini, disesuaikan dengan asal negaranya. 

Rukun Haji yang selanjutnya adalah melaksanakan Wukuf di Arafah sejak waktu dzuhur tanggal 9 Dzulhijjah hingga menjelang fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat perbedaan antara Haji dan Umroh karena pada saat melaksanakan ibadah Umroh tidak terdapat rukun untuk melaksanakan Wukuf. Setelah selesai melaksanakan rukun tersebut, selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah Tawaf atau mengelilingi Ka’bah 7 kali dan dilanjutkan dengan Sa’i atau berlari kecil dari bukit Shafa hingga Marwa. 

Untuk menutup pelaksanaan ibadah Haji Anda perlu memotong rambut dengan ketentuan minimal 3 helai, kegiatan ini disebut dengan Tahallul. Anda harus melaksanakan setiap rukun Haji yang disyaratkan secara tertib. Kedua, rukun Umroh, pada dasarnya urutan dari pelaksanaan ibadah Umroh sama dengan Haji hanya saja pelaksanaan Wukuf dihilangkan sehingga rukun Umroh memiliki urutan berikut ini, yaitu, Ihram, Tawaf, Sa’i, Tahallul, dan tertib. Bagaimana, cukup sederhana bukan rukun Haji dan Umroh tersebut? 

Setelah mengetahui masing-masing rukun Haji dan Umroh, Anda tidak perlu bingung lagi membedakan kedua ibadah tersebut. Semoga informasi yang terdapat pada artikel ini bermanfaat bagi Anda dan selamat beribadah.

Rukun Ibadah Haji dan Umroh Yang Sesuai Dengan Ketentuan Syariah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikan Salai Ikan Asap

0 komentar:

Posting Komentar