Minggu, 24 Juli 2016

Pengertian Ibadah Haji dan Umroh, Rukun dan Syaratnya

Pengertian ibadah haji dan umroh lengkap. Haji dan umroh adalah ibadah yang umumnya dilakukan oleh umat Islam dengan mengunjungi tanah suci Mekkah. Kedua ibadah dalam umat Islam ini memang hampir sama, bahkan banyak orang yang tidak mengetahui apa perbedaan haji dan umroh itu sendiri. Berbeda dengan umroh, haji termasuk ke dalam rukun Islam tepatnya di posisi kelima. Ibadah haji hukumnya wajib bagi seorang Muslim yang telah mampu baik secara fisik, finansial dan keilmuan untuk melaksanakan ibadah di Mekkah, tepatnya di Masjidil Haram.
pengertian ibadah

Pengertian Haji dan Umroh

Berdasarkan etimologi ( al-hajj ) menyegaja atau menuju, sementara berdasarkan syara’ artinya niat di Baitul Haram melalui amalan-amalan khusus. Adapun tempat-tempat khusus ibadah haji selain Ka’bah dan tempat sa’i atau Mas’a, di antaranya Muzdalifah, Mina dan Padang Arafah. Pengertian haji dan umroh pada intinya sama. Hanya saja, perbedaan kedua ibadah ini terletak pada tepat dan waktunya.
Umroh bisa dilakukan kapan saja selain waktu pelaksanaan haji dan pelaksanaannya hanya di kota Mekkah, sementara haji sendiri hanya bisa dilakukan di beberapa waktu saja di tanggal 8-12 Zulhijjah. Pelaksanaan umroh sendiri dapat dilakukan di waktu-waktu selain pelaksanaan ibadah haji, melaksanakan ibadah umroh di bulan suci Ramadhan sebenarnya sama saja dengan melaksanakan ibadah haji. Jadi persamaan haji dan umroh terdapat pada definisinya.

Syarat, Rukun dan Wajib Haji dan Umroh

Syarat haji dan umroh umumnya sama, di antaranya beribadah sehat, ada kendaraan, aman selama di perjalanan, mempunyai bekal cukup, untuk wanita harus didampingi mahram atau suaminya. Sementara untuk rukun haji sendiri adalah ihram yakni berniat mengerjakan haji menggunakan pakaian ihram, wukuf di Padang Arafah, tawaf yakni mengelilingi Ka’bah hingga 7 kali putaran, dari Hajar Aswad, Sa’i, menggunting rambut, dan tertib.

Sementara rukun umroh sendiri meliputi ihram, sa’i dan thawaf. Adapun wajib haji di antaranya ihram dari miqat, mabit di Muzdalifah, melontar 3 jumrah, mabit di Mina, tawaf wadak untuk yang meninggalkan Mekkah dan harus menghindari perbuatan terlarang ketika ihram. Adapun wajib umroh hanya meliputi ihram saat memasuki miqat dan bertahallul yakni dengan memotong atau menggundul sebagian rambut. 

Ketika melaksanakan ibadah haji, terdapat beberapa sunah di antaranya salat sunah yang dilakukan di Hijir Ismail, dimana salat sunah yang satu ini bisa dilakukan kapan saja jika keadaan memungkinkan. Kemudian sunah haji berikutnya adalah membaca talbiyah, dimana talbiyah sendiri sunah jika dibaca ketika ihram hingga melontar jumrah di Awabah saat hari nahar atau Idul Adha. Selain itu, terdapat beberapa larangan dalam ibadah haji yang perlu Anda ketahui. Demikian pengertian haji dan umroh, rukun, wajib dan syaratnya.

Pengertian Ibadah Haji dan Umroh, Rukun dan Syaratnya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Firman Setiawan

0 komentar:

Posting Komentar